Apa itu Karakter

Apa itu Karakter?

(Erie Sudewo)

“posisi karakter bukan jadi pendamping kompetensi, melainkan jari dasar, ruh atau jiwanya”

         Kata karakter berasal dari kosa kata Inggris, character. Artinya perilaku. Selain character, kata lain yang berarti tingkah laku adalah attitude. Bahasa inggris tak membedakan secara signifikan antara character dan attitude. Sementara saya cenderung membedakan keduanya secara tegas.

Secara umum attitude dapat kita bedakan atas dua jenis. Attitude  yang baik, kita sebut ‘karakter’. Sedangkan yang buruk kita katakan ‘tabiat’. Karakter merupakan kumpulan dari tingkah laku baik dari seseorang anak manusia. Tingkah laku ini merupakan perwujudan dari kesadaran menjalankan peran, fungsi, dan tugasnya mengemban amanah dan tanggung jawab. Tabiat sebaliknya mengindikasikan sejumlah perangai buruk seseorang.

Dalam pembentukan kualitas manusia, peran karakter tidak dapat disisihkan. Sesungguhnya karakter inilah yang menempatkan baik tidaknya seseorang. Posisi karakter bukan jadi pendamping kompetensi, malainkan jadi dasar, ruh atau jiwanya. Tanpa karakter, ‘peningkatan diri’ dari kompetensi bisa liar, berjalan tanpa rambu dan aturan.

Simak yang dikatakan Leo Tolstoy, seorang sastrawan Rusia “Banyak yang tahu bahwa orang lain harus berubah. Tetapi sedikit yang tahu bahwa diri merekalah yang seharusnya berubah”

Bicara kompetensi adalah bicara tentang peningkatan diri. Artinya kompetensi adalah tangga menuju kesuksesan. Namun karakter yang menentukan, apakah tangga itu berdiri di tempat yang benar. Tetapi nurani mereka yang tahu, apakah caranya dilakukan dengan benar. Kompetensi tanpa karakter memang membuat masalah. Jadi, karakterlah yang menyelesaikannya.

Begitulah karakter selalu mengingatkan manusia untuk tidak lupa ‘memperbaiki diri’. Maka karakter dapat kita definisikan sebagai kumpulan sifat baik yang menjadi perilaku sehari-hari, sebagai perwujudan kesadaran menjalankan peran, fungsi dan tugasnya dalam mengemban amanah dan tanggung jawab.

Entah kesadaran dahulu, atau diawali perilaku baik hingga kesadaran pun terpantik. Yang pasti karakter memang memanusiakan manusia. Karakter menjaga harkat manusia agar perilakunya tidak lebih buruk dari hewan. Yang pintar tidak ‘ngakali’, yang kuat tidak semena-mena, yang kaya tidak makin tamak, yang paham agama juga tidak bodohi jamaahnya.

Karakter dapat dibedakan atas dua kategori, yakni Katakter Pokok dan Karakter Pilihan. Sebagai landasan seyogyanya karakter pokok harus dimiliki tiap orang.  Apapun profesinya, semua harus berkarakter. Khususnya karakter pokok tidak bisa ditinggalkan. Bahkan penganggur sekalipun bila memiliki karakter pokok pasti punya bobot kualitas. Setidaknya lingkungan pun jadi sayang padanya. Penganggur berkarakter, pasti berbeda dengan penganggur tanpa karakter.

Karakter pokok dibedakan atas tiga bagian penting, yaitu Karakter Dasar, Karakter Unggul, dan Karakter Pemimpin. Karakter Dasar menjadi inti dari Karakter pokok. Karakter ini ditopang oleh tiga nilai yang menjadi sifat dasar manusia; yaitu tidak egois, jujur, disiplin. Cukup dengan miliki ketiga nilai ini, seseorang sudah baik mengontrol diri untuk jadi orang baik. Paling tidak, dia sudah sanggup mengurus dirinya sendiri. Karakter Dasar merupakan fondasi. Baik buruknya, maju mundurnya, santun liarnya serta dermawan tamaknya seseorang ditentukan dari sini.

Karakter Pokok kedua, Karakter Unggul, dibentuk oleh tujuh sifat baik, yaitu: ikhlas, sabar, bersyukur, bertanggungjawab, berkorban, perbaiki diri, sungguh-sungguh. Ketujuh sifat baik ini harus dilatih sehingga menjadi perilaku sehari-hari. Bagi yang Karakter Dasarnya sudah terdidik, pembentukan Karakter Unggul menjadi lebih mudah. Dia sudah memiliki modal yang kuat. Sementara Karakter Pokok ketiga, Karakter Pemimpin, memiliki sembilan nilai pembentuk, yaitu: Adil, arif bijaksana, ksatria, tawadhu’, sederhana, visioner, solutif, komunikatif, dan inspiratif. Sama seperti karakter-karakter sebelumnya kesembilan nilai pembentuk karakter pemimpin harus dilatih dan dididik sehingga menjadi aktivitas keseharian. Tentu saja, keberhasilan pemberntukan karakter pemimpin, amat bergantung pada pembentukan dua karakter pokok lainnya, yaitu: Karakter Dasar dan Karakter Unggul.

Karakter pilihan merupakan perilaku baik yang berkembang sesuai dengan profesi pekerjaan. Tiap profesi memiliki perilaku karakternya. Tuntutan profesi guru, pada bagian tertentu karakternya berbeda dengan karakter militer. Berbeda lagi karakter dokter dibanding karakter pengacara. Karakter pengusaha tentu antara langit dan bumi bila disandingkan dengan karakter karyawan. Namun yang tidak boleh diabaikan, apapun profesinya, tiap orang harus membangun Karakter Pokok terlebih dahulu. Lebih khusus lagi, mereka wajib memiliki Karakter Dasar. masing-masing karakter akan diuraikan lebih detail lagi dalam tulisan berikutnya.

3 responses

  1. izin copy

  2. karakter bangsa ini sudah hancur oleh generasi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s